Menanamkan Sikap Tabayyun

Seperti yang telah dijanjikan bahwa Cek&Ricek akan melakukan pemantauan terhadap pola prilaku para blogger. Hal ini sebelumnya telah diungkapkan di sini.

numpang mampir. memukau sekali kita ini ya. suka mengkritik kekeliruan orang, tapi tidak mau tahu dengan kesalahan sendiri. menurut saya, kalau itu bentuk kritikan tentu tidak seperti itu caranya karena ada kecenderungan ke arah menggunjing sesama muslim. menurut pengamatan cek&ricek, bapak amed sering menulis artikel yang berbentuk gunjingan yang kemudian disimpulkannya. misalnya dengan artikel di atas atau artikel antosalafy atau yang lainnya, entah apa maksudnya. kalau maksudnya itu untuk mengatakan bahwa gambar bernyawa itu haram, mengapa di blog ini justru banyak gambar bernyawanya. kalau maksudnya bahwa gambar bernyawa itu tidak haram, mengapa dia mempersoalkan gambar yang bernyawa. kembali kepada maksud bapak amed sendiri. Ini menarik untuk diteliti. Tim cek&ricek insya Allah akan melakukan investigasi terhadap para blogger yang melakukan hal serupa. tunggu tanggal mainnya.

Berikut ini adalah salah satu investigasi terhadap pola prilaku para blogger, dan dimulai dari Pak Amed yang mengkritik masalah gambar bernyawa.

Pak Amed memulai dengan judul Benarkah Gambar Makhluk Bernyawa Diharamkan? Kemudian, beliau mengambil mata uang Saudi Arabia yang bergambar raja untuk dijadikan objek. Setelah itu, di bawahnya ada sedikit kalimat untuk “umpan” agar para pengunjung memberikan komentarnya di postingan tersebut. Hasilnya lumayan, sampai tulisan ini dibuat telah ada 60 komentar masuk. Objek tulisan bernuansa agama memang menarik. Apa kira-kira tujuan Pak Amed memosting tulisan bergambar seperti? Tim ricek&ricek telah melakukan investigasi terhadap perilaku Pak Amed dalam kegiatan mengeblog akhir-akhir ini dan bagaimana beliau ini secara berani langsung membuat kesimpulan-kesimpulan dari hasil surveinya.. Kami mendapatkan suatu kesimpulan yang mengejutkan, yakni indikasi tendensius untuk meruntuhkan karakter seseorang. Ada indikasi ke sana, tapi ini adalah hasil simpulan dari sebuah investigasi. Bisa tepat, bisa salah. Kesimpulan ini didapat dari tulisan-tulisan yang beliau posting di blog miliknya, silakan melihat cuplikan berikut ini:

Siapa itu Antosalafy?

8 November, 2007

Banjarmasin, 8 November 2007

Menarik juga melihat dua buah postingan yang saya temukan sepekan ini. Dua postingan yang amat bertolak belakang, terkait dengan seorang bloggerahlussunnah” yang terkenal dengan ad hominem-nya yang melegenda itu.

Yang pertama dari sudut pandang orang yang sama-sekali tidak mengenal Antosalafy secara in person, hanya melihat sekilas tulisan-tulisannya, dan membuat kesimpulan. …tulisan selengkapnya di sini.

 

Ternyata bukan sekadar menulis saja, melainkan beliau juga berani membuat kesimpulan terhadap hasil “pengamatan” yang beliau lakukan dari klik sana-sini tersebut.

Kesimpulan saya, Antosalafy itu:

1. Tidak pandai mengambil hikmah.
2. Kerap keliru dalam memahami maksud tulisan orang lain.
3. Merasa benar sendiri, karena merasa punya dalil, dan merasa dalilnya paling benar sendiri.
4. Kerap salah (atau sengaja menyalahkan) dalam penyebutan nama orang.
5. Gemar ad hominem dan character asinan.
6. Standar ganda dalam penggunaan software bajakan.
7. Standar ganda dalam penggunaan akal dan logika.
8. Standar ganda dalam taklid.
9. Kalah dalam diskusi, serang orangnya!
10. Tidak mampu menjawab, kabur dari diskusi!
11. Tidak lupa sebelum kabur melontarkan omong besar nan arogan!
12. Setelah sepi, baru balik lagi!
13. Anehnya di posting tertentu justru tidak berani menampakkan batang hidungnya komen?
14. Moody, kasar dan gampang merajuk bahkan sempat berniat menutup blog dan membuat blog baru.
15. Mendukung fitnah.
16. Kerepotan dengan bahasa Inggris, tapi sok yakin merevisi skripsi orang.

 

Yang mengherankan tim ricek&ricek adalah bahwa beliau berani membuat kesimpulan dari klik sana-sini, tetapi beliau sendiri belum pernah kontak langsung baik sekadar chating maupun bertatap muka.

 

 

Oke, pertama-tama harus saya tekankan, saya tidak pernah bertemu beliau. Tidak mengenal beliau secara pribadi, bahkan chat online pun tidak pernah.

 

Sikap yang berlebihan telah terlanjur dilakukan pak Amed. Dampaknya bisa buruk untuk masa depan pak Amed dalam menghadapi kehidupan bermasyarakat. Perilaku katanya dan menurutnya inilah yang tim cek&ricek ingin pertanyakan kepada beliau melalui blog ini. Kami pun sudah melakukan beberapa dialog dengan beliau di blog. Kesan temperamen memang sudah tampak dari cara beliau ketika menanggapi komentar kami.

· 54. Amed | 4 Desember, 2007 at 12:58 pm

@ Asaltahu
Terima kasih atas ad hominemnya.

Bagaimana dengan anda sendiri? Apa pendapat anda tentang hukum gambar bernyawa? Kenapa tidak berani menjawab pertanyaan saya itu? Tentukan dulu sikap anda baru nyontong lebih lanjut.
Jadi begini ya cara kalian beraksi? Setelah terdesak tidak mampu menjawab, lalu maki-maki orang dan main ngancem? Kalau berani kenapa tidak menyertakan url, dan kenapa e-mailnya palsu? Memangnya ente tim cek & ricek dari Plasa dot com ya? Sayangnya kok IP address anda tidak dipalsukan sekalian? Kan jadi ketahuan domisili anda di mana???

Terhadap para blogger yang melakukan hal serupa. tunggu tanggal mainnya.

Ini artinya tantangan terbuka nih?

 

Kami hanya ingin menandaskan pada satu permasalahan, yaitu KEBENARAN. Sudah benarkah kita dalam mengkritik seseorang dengan cara langsung menjudge (menghakimi) orang tersebut. Apakah dibenarkan membuat kesimpulan dari tulisan di sana-sini yang masih dipertanyakan kevalidan dan kebenarannya untuk kemudian membuat kesimpulan terhadap jati diri objek sasaran?

 

Perlu “dibumikan” atau ditanamkan prinsip kesadaran cek&ricek atau istilah dalam agama adalah tabayyun dan tatsabut. Terlebih untuk seorang muslim, patut untuk ditelaah dan diresapi bersama.

Tinggalkan Balasan