Pengelola

Penanggung jawab: Abu Wahyu Bin Supadi Al Jakarti

Asal tahu saja, tidak suka muluk-muluk, taat kepada penguasa muslim, dan tidak memberontak. Menjadikan kitabullah wa sunnah berdasarkan pemahaman as salafush shaleh sebagai pedoman beragama.

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; mereka adalah orang-orang yang beruntung.” (Ali Imran: 104)

Dudukkan semua permasalahan kepada dalil-dalil shahih dan pernyataan para salafush shaleh, artinya kembali kepada bimbingan agama. Jauhi sikap fanatik, ashabiyah hizbiyyah, dan mengedepankan perasaaan serta akal.

“Dan demikianlah, Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia).” (Al-An’am: 112)

Kami bukan sempurna, tapi kami berusaha untuk mengikuti atsar salaf. Kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia –tidak mau menerima kritikan yang benar, tetapi senang mengkritik padahal dirinya salah. Maka lawannya adalah menerima al-haq, mengamalkannya, dan menyebarkannya. Memperingatkan manusia dari kejelekan, pada asalnya dengan lemah lembut, terkecuali terpaksa maka digunakan kata-kata yang keras dan tegas. Semuanya ditujukan untuk nasihat kepada diri sendiri, dia, dan umat. Insya Allah.

Tinggalkan Balasan